Ketika Nafsu Meraja, Cinta pun Ternoda

Manusia merupakan ciptaan Allah yang paling sempurna dari makhluk lain yang diciptakanNya. Manusia diberi akal dan pikiran untuk dapat berpikir agar dapat membedakan yang mana yang baik dan yang mana pula yang benar. Akal akan selalu mengarahkan dan membimbing manusia untuk dapat memilih yang terbaik buat dirinya dan orang lain, akal pula yang menjadi pembeda di antara makhluk ciptaan Allah yang lain di jagat raya ini tanpa sanggup terhitung jumlahnya. Kita dapat memutuskan sesuatu keputusan itu berdasarkan pertimbangan akal dan pikiran kita, apakah hal yang kita lakukan itu pantas atau tidak. Selain akal manusia juga diberikan oleh Allah berupa nafsu, nafsu yang diberikan itu tentunya harus sejalan dengan akal dan fikiran dan jangan sampai nafsu yang mulia itu dapat merusak akal dan fikiran. Jadikan ia sebagai pendorong untuk menjadi yang lebih baik dan bukan sebaliknya. Dalam kehidupan yang serba komplit ini, seperti toko serba ada dan makanan-minuman siap saji pun tersedia, penuh dengan godaan dan tantangan yang menggoda untuk layak dicoba. Tapi dalam hal ini akal harus dapat mengandalikan nafsu yang senantiasa haus akan harapan-harapan yang membuncah. Mungkin kita pernah jatuh dalam gelora asmara. Di sini pun kita dituntut untuk dapat berpikir sesuai dengan akal. Tapi kadangkala setan pun lebih kuat dari pertimbangan akal kita sehingga banyak di antara kita yang jatuh ketimpa tangga setelah akal dan pikiran tak mampu menngendalikan nafsu, nafsu pun berubah menjadi rudal yang menyesatkan dan meluluhlantakkan kehidupan anak manusiaDalam kehidupan anak remaja maupun dewasa dua insan yang saling mencintai itu menjadi lumrah, malah sebaliknya apabila seseorang tidak mempunyai atau pasangan akan dicap sebagai seseorang yang aneh di antara mereka. Tapi coba kita melihat lebih jauh dari apa yang kita dapatkan ketika kita mempunyai pasangan (pacaran)apakah akan menjadi lebih baik atau tidak?? Cinta kadangkala sering disalah artikan, cinta yang tercipta hanyalah berupa pemuasan nafsu sesat dan akhirnya bukan kebahgiaan yang didapat tapi penyesalan dan air mata yang tercipta. Akan ada pihak yang dirugikan dan menderita yaitu perempuan. Mengapa??? Perempuan merupakan insan yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, dan apabila ia dicintai dan apalagi ia diiming-imingi dengan seribu kata peluluh jiwa kadangkala perempuan yang tidak punya pertimbangan akal akan rela memberikan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya kepada orang yang dicintainya walaupun orang tersebut belum tentu menjadi suaminya. ironis memang, tapi inilah cinta karena nafsu. cinta karena nafsu itu akan menyesatkan dan menghasilkan sesuatu kekhawatiran.
0 komentar:
silahkan meninggalkan pesan, terima kasih!!!