Ada Apa dengan Bahasa Ku??


Masih terbesit di benak kita dikala kita masih kanak-kanak dulu, kita disekolahkan oleh kedua orang tua kita di sekolah. Pada awalnya kita disekolahkan di taman kanak-kanak atau TK, kemudian di Sekolah Dasar (SD) atau pun Madrasah Ibtidaiyah atau dikenal dengan sebutan MI kemudian untuk mencapai jenjang sembilan tahun kita disekolahkan pula di SMP atau SLTP. Mungkin kita sering bertanya "mengapa orang tua kita repot-repot menyekolahkan kita?". Orang tua ingin yang terbaik buat anaknya, di samping pengetahuan dan ilmu mereka berharap kita bisa menjadi seorang pahlawan, pahlawan diri sendiri dan bagi orang lain. Di sekolah setiap hari disuguhi dengan berbagai macam disiplin ilmu dari umum hingga khusus, tidak ketinggalan pula pelajaran bahasa Indonesia ikut mewarnai mata pelajaran kita di sekolah. Banyak anggapan kita atau pertanyaan yang ada dibenak kita saat itu, "mengapa kita harus belajar bahasa Indonesia, padahal dari TK, SD kita sudah melahapnya tapi mengapa masih saja diberikan ketika kita bersekolah di SMU??"Ada perasaan dongkol ketika guru memberikan mata pelajaran yang satu ini,kita sering meremehkan bahasa Indonesia di sekolah. Seyogyanya kita harus menjadikan bahasa Indonesia ini sebagai identitas yang melekat pada diri kita dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sebagai sebuah kebanggaan telah menjadi bangsa Indonesia dan bangga pula berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar baik ketika kita berkomunikasi langsung maupun secara tidak langsung. Sebagaimana harapan ibu kita yang telah susah payah menyekolahkan supaya kita menjadi lebih baik dan menjaga tradisi dan identitas kita, termasuk menjaga kelestarian bahasa Indonesia. Tapi sekarang banyak di kalangan atau di lingkungan kita sendiri bahasa Indonesia telah jauh berubah, diubah oleh segelintir orang mungkin kita termasuk di dalamnya. Tanpa sadar kita telah enggan mengucapkan kata-kata atau bahasa yang benar, kita terlalu mengikuti trend bahasa sehingga yang sekarang kita ucapkan sehari-hari adalah bahasa "gaul". Ada apa dengan bahasa kita, bahasa yang telah menyatukan suku-suku di Indoneseia, pantaskah kita menodainya??

0 komentar:

silahkan meninggalkan pesan, terima kasih!!!